My Family’s Dream #Tecstar Indonesia #MyFamDream
Impian terbesarku adalah MENJADI ORANG TUA YANG BISA MENGHANTARKAN ANAK-ANAKKU MENCAPAI CITA-CITANYA. Berusaha dan terus belajar menjadi orang tua yang baik, adalah proses yang sedang aku lakonkan. Tak mudah memang tapi inilah hidup, tetap harus dijalani.
Seperti sore ini ketika aku, suamiku dan anak- anakku duduk disamping rumah sembari minum teh dan cemilan hangat kamipun asyik mengobrol tentang apa impian anak-anak yang sangat mereka cita-citaka "Aku mau jadi Dokter Bunda" teriak Abrisam. "Kalau aku mau jadi Bidan, Ayah" rengek Khalilla. "jika Kakak mau jadi pilot aja, agar bisa ajak Bunda ke bulan iyakan Bun? "Ungkap Kaka Kalle sambil menatap wajahku. dan klo dede Shauqina mau jadi apa yaa tanyaku menggoda sang adik bungsu. "Na Nyayi" celotehna lucu....Shauqina umur 2 tahun mau jadi penyanyi. "Amiin" doa kami bersama. Kamipun semakin larut dalam kehangatan keluargaku ini.

Memiliki 4 buah hati adalah anugrah terindahku. namun rupanya Tuhan sedang "Mengajakku bermain teka-teki dalam kehidupanku". Tuhan tak hanya percayakan aku 4 buah hati tapi juga aku harus menanggung semua kebutuhan saudaraku yang kebetulan sudah lansia, dan beliau tidak mempunyai anak yang kini ikut tinggal dirumahku. Tapi aku sangat beruntung karena memiliki suami yang justru ikhlas dan mendukung apa yang aku lakukan.
Untuk mencapai Impian anak-anak rupanya aku harus memulainya sejak dini, Bukan uang dan tabungan tapi lebih kepada bekal diri, perkembangan psikologis yang baik, fisik yang sehat, pribadi yang bisa bersosialisasi, berbagi dan bekerja sama dengan teman. tentang pentingnya dekat dengan Tuhan, ALlah SWT dan manfaatnya bagi kehidupannya kelak.
Aku ajarkan anak-anakku akan indahnya berbagi padahal aku tahu mereka masih "ingin bahkan sesekali kurang". menikmati apa yang kita punya walau sederhana. kuajarkan mereka untuk bijak karena aku BELUM MAMPU berinvestasi pada asuransi biaya pendidikannya kelak justru aku berinvestasi pada "hal-hal baik walau masih sederhana" dan berharap kelak Tuhan akan memberikan klaim dengan harga yang jauh lebih tinggi untuk biaya pendidikan mereka. Ku ajarkan anak-anakku untuk puas membaca buku cerita karanganku yang kubuat dari majalah bekas dan coretan tangan padahal aku tahu anak-anakku ingin sekali menambah dan membeli koleksi buku baru dan komik-komik lucu kesukaannya. Ku ajarkan anak-anakku untuk menjaga dan merawat mainannya padahal aku tahu kalian ingin sekali membeli yang baru dan modern bukan hanya dari guntingan kertas juga sisa barang bekas. Kuajarkan anak-anakku untuk sehat dengan kursus bela diri dan asyiknya berlari di Minggu pagi padahal aku tahu mereka ingin sekali masuk Les membuat Robot dan Les simulasi penerbangan untuk anak. Kuajarkan anak-anakku untuk menikmati segar dan indahnya pemandangan sawah dibelakang rumah kami padahal aku tahu mereka ingin sekali bertamasya dan menikmati wahana permainan anak. kuajarkan anak-anakku untuk mandiri karena tenagaku tak hanya untuk mengurus mereka tapi harus berbagi walau aku tahu mereka masih ingin bermanja-manja.
Walau....
ketika malam tiba usai membacakan dongeng dan membaca doa hendak tidur kupeluk mereka dan bertanya "apakah kalian bahagia menjadi anak AYah dan Bunda?"...dan mereka menjawab " Demi Allah Bunda, Ayah...Kami seneng dan ngga mau jadi anak Ayah dan Bunda yang lain, kami hanya anak Aya dan Bunda" jawab mereka sembari memeluk kami orang tuanya. akupun lega....
Ya Tuhan....
Rasanya peran kami sebagai orang tua jauh dari sempurna, banyak impian-impian anak-anak kami yang belum mampu kami wujudkan.
lewat Tulisan ini aku berharap Tuhan kirimkan Malaikat terbaiknya untuk tetap menjadikan anak-anakku nyaman, bahagia dan bangga karena ditakdirkan sebagai anak kami orang tuanya. Aku berharap aku tak hanya mampu memecahkan teka-teki yang Tuhan berikan, tapi punya kekuatan untuk SEGERA menuntaskan segala kelemahana dan ketidaknyamanan ini. semoga ada jawaban indah, ending yang cantik dari cerita Tuhan yang sedang kita perankan Amiin Yaa Robb....
AMiin..........